Suluah.id - Di pasar saham, kabar Rights Issue (RI) sering terdengar seperti angin segar. Emiten bilang mau ekspansi, bisnis berkembang, dan investor diajak ikut “menambah bensin” perusahaan. Tapi kenyataannya, tidak semua Rights Issue berujung manis.
Kasus BBRI pada 2021 menjadi contoh sukses. Dana hasil RI dipakai memperkuat holding ultra mikro dan mendorong ekspansi bisnis. Hasilnya, kinerja perusahaan terus bertumbuh.
Namun di sisi lain, ada pula kasus seperti BBYB dan GIAA yang justru membuat investor harus menunggu lama karena perusahaan masih berkutat dengan restrukturisasi dan tekanan keuangan.
Ibarat menambah modal ke warung makan, pertanyaannya sederhana: uangnya dipakai buka cabang baru atau cuma bayar utang lama?
Karena itu, investor tidak boleh sekadar tergiur harga diskon saham baru. Ada empat checklist penting sebelum klik tombol “exercise”.
Pertama, cek tujuan penggunaan dana.
Jika dana dipakai untuk ekspansi bisnis, peluang pertumbuhannya lebih menarik. Tapi kalau mayoritas untuk refinancing utang, investor perlu ekstra hati-hati.
Jangan lupa lihat siapa standby buyer-nya. Jika pemegang saham pengendali ikut pasang badan, itu memberi sinyal kepercayaan internal.
Kedua, hitung risiko dilusi.
Banyak investor hanya fokus pada harga murah, padahal jumlah saham baru bisa membuat kepemilikan terdilusi. Artinya, “potongan kue” kita jadi lebih kecil.Ketiga, disiplin jadwal HMETD.
Cum date, ex-date, hingga trading end wajib dicatat. Banyak investor pemula rugi bukan karena salah analisis, tetapi karena telat mengeksekusi haknya hingga hangus tak bernilai.Keempat, analisis fundamental pasca-RI.
Perhatikan proyeksi EPS dan ROE setelah jumlah saham bertambah. Jika laba perusahaan tidak tumbuh lebih cepat dari penambahan saham baru, maka diskon RI bisa berubah jadi jebakan value trap.Pada akhirnya, Rights Issue bukan sekadar soal “ikut atau tidak”, tetapi soal memahami arah bisnis perusahaan. Di dunia investasi, keputusan tanpa analisis sering kali lebih mahal daripada kehilangan peluang.
Jadi, sebelum menebus HMETD, tanyakan satu hal sederhana: perusahaan ini sedang bertumbuh, atau hanya sedang bertahan hidup?
Terus tingkatkan literasi finansial dan pelajari lebih banyak strategi investasi agar keputusan portofolio Anda semakin matang dan terukur.(*)


