Iklan

Cadangan Devisa Menyusut, Tapi Masih Aman: Bank Indonesia Pilih Jaga Rupiah

08 Mei 2026, 11:22 WIB


Suluah.id - Cadangan devisa Indonesia kembali mengalami koreksi. Data terbaru menunjukkan posisi cadangan devisa nasional pada akhir April 2026 turun menjadi US$146,2 miliar, dari US$148,2 miliar pada Maret 2026. Angka ini menjadi level terendah sejak Juli 2024 sekaligus menandai penurunan selama empat bulan berturut-turut.

Namun, penurunan ini bukan sinyal bahaya ekonomi. Justru sebaliknya—ini mencerminkan langkah aktif otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global.

Menurut catatan Bank Indonesia, penyusutan cadangan devisa terutama dipengaruhi kebijakan stabilisasi nilai tukar. Artinya, bank sentral menggunakan sebagian “amunisi” devisa untuk meredam gejolak rupiah di pasar keuangan internasional.

Dalam bahasa sederhana, cadangan devisa ibarat tabungan negara dalam mata uang asing. Saat pasar global bergejolak—dipicu suku bunga tinggi dunia, ketidakpastian geopolitik, hingga arus modal keluar—bank sentral perlu turun tangan agar nilai tukar tidak bergerak terlalu liar.

Meski turun, posisi devisa Indonesia masih tergolong kuat. Cadangan sebesar US$146,2 miliar setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor, atau 5,6 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki ruang intervensi yang besar. Dengan kata lain, bank sentral masih memiliki cukup “peluru” untuk menjaga stabilitas rupiah apabila tekanan pasar kembali meningkat.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, pesan utamanya jelas: penurunan cadangan devisa belum menjadi alarm krisis. Justru langkah ini menunjukkan strategi defensif pemerintah untuk memastikan volatilitas global tidak langsung berdampak pada ekonomi domestik.

Di tengah dinamika ekonomi dunia yang belum sepenuhnya stabil, menjaga kepercayaan pasar menjadi kunci. Cadangan devisa mungkin berkurang, tetapi fondasi ketahanan eksternal Indonesia masih berada dalam zona aman—dan itu yang paling penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.(*)
Komentar
Mari berkomentar secara cerdas, dewasa, dan menjelaskan. #JernihBerkomentar
  • Cadangan Devisa Menyusut, Tapi Masih Aman: Bank Indonesia Pilih Jaga Rupiah

Iklan