Iklan

Vape Bukan Sekadar Uap: Risiko Nyata bagi Pembuluh Darah dan Ginjal

04 Januari 2026, 20:09 WIB



Suluah.id - “Vape kan cuma uap air, lebih sehat dari rokok.” Kalimat ini terdengar akrab, terutama di kalangan anak muda dan milenial. Padahal, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar dan berisiko menyesatkan.

Banyak pengguna vape usia 20–30 tahun datang ke fasilitas kesehatan dengan tekanan darah tinggi. Mereka merasa aman karena “tidak merokok”, padahal nikotin dari vape tetap bekerja di dalam tubuh.

Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?


1. Nikotin dan Pembuluh Darah

Nikotin—baik dari rokok konvensional maupun vape—menyebabkan vasokonstriksi, yaitu penyempitan pembuluh darah. 

Menurut laporan World Health Organization, nikotin meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Ginjal adalah organ yang sangat bergantung pada aliran darah. Sekitar 20% darah dari jantung mengalir ke ginjal. Jika pembuluh darah menyempit terus-menerus, suplai oksigen ke ginjal menurun dan sel penyaring darah bisa rusak perlahan.

2. Paparan Logam Berat

Penelitian di jurnal Environmental Health Perspectives dan Tobacco Control menunjukkan aerosol vape dapat mengandung partikel logam berat seperti timbal, nikel, dan kromium yang berasal dari koil pemanas.

Logam berat ini disaring dan dibuang oleh ginjal. Paparan jangka panjang dapat meningkatkan beban kerja ginjal dan berpotensi mempercepat kerusakan fungsi ginjal.

3. Efek “Kering” yang Sering Diabaikan

Propylene glycol (PG) dalam cairan vape bersifat higroskopis, artinya menyerap air. Itulah sebabnya banyak pengguna merasa tenggorokan kering setelah vaping.

Dehidrasi ringan yang terjadi berulang dapat mengganggu fungsi ginjal. Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa kecukupan cairan sangat penting untuk menjaga tekanan darah dan kesehatan ginjal.

Jujur soal Keterbatasan Data

Penelitian jangka panjang tentang vape memang masih berkembang. Beberapa studi menyebut vape mungkin lebih sedikit zat karsinogen dibanding rokok. Namun, “lebih sedikit” bukan berarti aman, terutama untuk pembuluh darah dan ginjal.

Tips Praktis Mengurangi Risiko (Jika Belum Bisa Berhenti)


Hentikan Chain-Vaping
Hindari mengisap vape terus-menerus tanpa jeda. Beri waktu agar pembuluh darah kembali rileks.

Perbanyak Minum Air Putih
Targetkan minum lebih sering dari biasanya. Air membantu ginjal membuang zat sisa metabolisme dan logam berat.

Cek Tekanan Darah
Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Jika sering di atas 130/80 mmHg di usia muda, itu sinyal peringatan serius.


Mengganti rokok dengan vape bukan berarti tubuh aman. Keduanya tetap membawa risiko. Mengurangi, memantau kesehatan, dan pada akhirnya berhenti adalah bentuk investasi terbaik untuk masa depan tubuh—terutama ginjal dan pembuluh darah Anda. (*)
Komentar
Mari berkomentar secara cerdas, dewasa, dan menjelaskan. #JernihBerkomentar
  • Vape Bukan Sekadar Uap: Risiko Nyata bagi Pembuluh Darah dan Ginjal

Iklan