Iklan

Dua Siswi SMAN 1 Padang Panjang Tembus Kompetisi Ilmiah Internasional, Raih Medali di Tengah Persaingan Mahasiswa Kedokteran

17 Februari 2026, 15:26 WIB


Padang Panjang, suluah.id — Di tengah dominasi mahasiswa kedokteran dari berbagai negara, dua siswi kelas X SMAN 1 Padang Panjang justru tampil percaya diri dan membuktikan kapasitasnya di panggung global. Zhafira Muthie Azzayani dan Aisya Athfah Mardhiyah meraih Bronze Medal pada kategori Health dalam ajang International Student Competition (ISC) yang digelar 14–15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kompetisi yang diselenggarakan Universiti Putra Malaysia tersebut diikuti peserta dari enam negara dan mencakup delapan bidang lomba. 




Seleksi dimulai melalui penilaian esai bertema Global Synergy for Sustainable Development, sebelum para finalis diundang untuk mempresentasikan gagasannya secara langsung di hadapan dewan juri internasional.

Dari 25 esai di kategori Health, karya Muthie dan Aisya berjudul “CatechiPop – A Leaf to Lollipop: Innovation Redefining Gambir Leaf for Sustainable Health” menempati peringkat 10 besar dan melaju ke tahap presentasi akhir.




Mereka tercatat sebagai satu-satunya delegasi jenjang SMA dari Indonesia di bidang kesehatan; selebihnya adalah mahasiswa fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan.

Inovasi yang diusung keduanya mengolah daun gambir menjadi permen lollipop sebagai alternatif konsumsi manis yang lebih ramah terhadap risiko lonjakan gula darah. 




Gagasan ini memadukan pendekatan preventif terhadap diabetes dengan penguatan potensi komoditas lokal dalam kerangka kesehatan berkelanjutan.

Kolaborasi menjadi kunci. Muthie berperan dalam riset dan penulisan ilmiah, sementara Aisya memperkuat aspek farmasi dan desain produk. Presentasi berbahasa Inggris yang terstruktur dan argumentatif mengantarkan mereka pada raihan medali perunggu berdasarkan akumulasi skor dewan juri.




Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi ketika seorang dosen pembimbing dari universitas peserta mengetahui bahwa keduanya masih duduk di kelas X. “Ini masih SMA saja sudah berani,” ujarnya, menjadikan mereka contoh di hadapan mahasiswa bimbingannya.

Prestasi ini bukan sekadar capaian kompetisi, melainkan penegasan bahwa ruang kelas di daerah pun dapat melahirkan gagasan berdaya saing global—asal disertai keberanian, riset yang matang, dan visi yang melampaui batas. (Humas/*) 
Komentar
Mari berkomentar secara cerdas, dewasa, dan menjelaskan. #JernihBerkomentar
  • Dua Siswi SMAN 1 Padang Panjang Tembus Kompetisi Ilmiah Internasional, Raih Medali di Tengah Persaingan Mahasiswa Kedokteran

Iklan