Iklan

Inilah Mentalitas Investor Dewasa yang Sering Diabaikan

26 April 2026, 16:14 WIB


Suluah.id - Di tengah maraknya cerita profit saham di media sosial, banyak investor pemula terjebak satu kesalahan klasik: membandingkan keuntungan portofolio dengan orang lain. 

Padahal, kedewasaan finansial justru dimulai saat seseorang berhenti terobsesi pada return orang lain dan mulai fokus pada perkembangan dirinya sendiri.

Bayangkan investasi seperti olahraga lari. Tidak semua orang berlari di lintasan yang sama. Ada yang sprint, ada yang marathon. Membandingkan hasil tanpa memahami proses hanya akan membuat kita kehilangan ritme sendiri.

Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor saham Indonesia terus meningkat setiap tahun, tetapi banyak investor baru keluar dari pasar dalam 1–2 tahun pertama akibat keputusan emosional—bukan karena salah memilih saham.

Ketika terlalu fokus pada profit orang lain, investor biasanya melakukan dua kesalahan besar:

1. Overtrading
Terlalu sering jual-beli karena ingin mengejar profit cepat. Biaya transaksi meningkat, keputusan menjadi impulsif.

2. FOMO Entry (Fear of Missing Out)
Masuk saham hanya karena orang lain untung. Harga sudah mahal, risiko justru lebih besar.

Riset perilaku investor oleh Dalbar Inc. menunjukkan investor individu rata-rata memperoleh return lebih rendah dari pasar karena kesalahan psikologis, bukan analisis.
Investor yang matang memiliki prinsip sederhana:
  • Hari ini harus lebih baik dari kemarin.
  • Fokus pada kualitas ilmu, bukan besar nominal profit.

Momen “eureka” dalam investasi terjadi saat perhatian kita sepenuhnya kembali pada portofolio sendiri, strategi sendiri, dan disiplin sendiri. Di titik inilah conviction tumbuh dan hasil jangka panjang mulai terasa.

Tips praktis untuk investor pemula:

  • Bandingkan progres diri, bukan profit orang lain.
  • Buat trading journal.
  • Tetapkan target realistis tahunan.
  • Evaluasi strategi, bukan sekadar hasil.

Pasar saham bukan lomba cepat kaya, tetapi perjalanan membangun karakter finansial.
Terus tingkatkan literasi finansial Anda, pelajari strategi investasi lain, dan baca artikel terkait agar keputusan investasi semakin matang dan berkelanjutan.(*)
Komentar
Mari berkomentar secara cerdas, dewasa, dan menjelaskan. #JernihBerkomentar
  • Inilah Mentalitas Investor Dewasa yang Sering Diabaikan

Iklan