Iklan

BEI Tambah 37 Emiten ke Daftar HSC, Total Jadi 51 Saham, Apa Artinya bagi Investor?

15 Juli 2026, 15:35 WIB
 


Suluah.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambahkan 37 emiten baru. Dengan pembaruan tersebut, total terdapat 51 saham yang masuk kategori HSC per Rabu, 15 Juli 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BEI meningkatkan transparansi pasar modal. Bagi investor, terutama pemula, daftar HSC penting dipahami karena berkaitan dengan struktur kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi pada sedikit pihak sehingga berpotensi memengaruhi likuiditas dan volatilitas harga.

Apa Itu High Shareholding Concentration (HSC)?

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki 100 lembar saham, tetapi 98 lembar di antaranya dikuasai oleh segelintir pemegang saham. Artinya, hanya dua lembar yang benar-benar beredar di pasar. Ketika ada transaksi beli atau jual dalam jumlah besar, harga saham dapat bergerak lebih tajam dibanding saham yang kepemilikannya tersebar.

Inilah yang dimaksud High Shareholding Concentration (HSC).

BEI menjelaskan bahwa daftar HSC bukan daftar pelanggaran, bukan pula berarti emiten tersebut memiliki fundamental buruk. Daftar ini merupakan bentuk keterbukaan informasi agar investor memahami karakteristik saham yang diperdagangkan.

Mengapa Investor Perlu Waspada?

Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi memiliki beberapa karakteristik:
Pergerakan harga lebih fluktuatif.
Jumlah saham yang beredar (free float) relatif terbatas.

Likuiditas perdagangan bisa lebih rendah.
Harga lebih mudah bergerak akibat transaksi bernilai besar.

Karena itu, investor disarankan tidak hanya mengejar potensi keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan risiko sebelum membeli saham yang masuk daftar HSC.
Berikut 37 Emiten Baru yang Masuk Daftar HSC

BEI menambahkan 37 emiten berikut ke dalam daftar High Shareholding Concentration:
NoKodeEmiten
1AGIIPT Samator Indo Gas Tbk
2ALIIPT Ancara Logistics Indonesia Tbk
3BBHIPT Allo Bank Indonesia Tbk
4BBSIPT Krom Bank Indonesia Tbk
5BELIPT Global Digital Niaga Tbk
6BINAPT Bank Ina Perdana Tbk
7BNIIPT Bank Maybank Indonesia Tbk
8BNLIPT Bank Permata Tbk
9BYANPT Bayan Resources Tbk
10CMNPPT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
11CMNTPT Cemindo Gemilang Tbk
12DCIIPT DCI Indonesia Tbk
13DGWGPT Delta Giri Wacana Tbk
14DNETPT Indoritel Makmur Internasional Tbk
15DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk
16ELPIPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
17FAPAPT FAP Agri Tbk
18FILMPT MD Entertainment Tbk
19FITTPT Hotel Fitra International Tbk
20GEMSPT Golden Energy Mines Tbk
21HATMPT Habco Trans Maritima Tbk
22IFSHPT Ifishdeco Tbk
23KINGPT Hoffmen Cleanindo Tbk
24KONIPT Perdana Bangun Pusaka Tbk
25LIFEPT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
26MCOLPT Prima Andalan Mandiri Tbk
27MEGAPT Bank Mega Tbk
28MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk
29MLPTPT Multipolar Technology Tbk
30MORAPT Moratelindo (Mora Telematika Indonesia) Tbk
31MPROPT Maha Properti Indonesia Tbk
32PGUNPT Pradiksi Gunatama Tbk
33POLUPT Golden Flower Tbk
34PRAYPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
35RISEPT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk
36SILOPT Siloam International Hospitals Tbk
37SMARPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk


Masih Ada 14 Emiten Lain yang Berstatus HSC

Selain 37 emiten baru tersebut, terdapat 14 saham yang telah lebih dahulu masuk daftar HSC, yakni:
BREN, BTPS, MGLV, MGRO, RLCO, ROCK, SATU, SOHO, SOTS, SRAJ, STTP, TCPI, WBSA, dan YUPI.

Dengan demikian, jumlah keseluruhan saham dalam daftar High Shareholding Concentration kini mencapai 51 emiten.

Apa Strategi Investor?

Status HSC bukan alasan untuk langsung menghindari suatu saham. Banyak emiten dalam daftar tersebut memiliki fundamental yang baik dan merupakan perusahaan besar di sektornya. Namun, investor sebaiknya:
  • Memahami risiko likuiditas sebelum membeli.
  • Tidak mudah terpancing lonjakan harga dalam waktu singkat.
  • Mengombinasikan analisis fundamental, teknikal, dan manajemen risiko.
  • Menjadikan daftar HSC sebagai salah satu referensi sebelum mengambil keputusan investasi.

Semakin tinggi literasi keuangan, semakin bijak pula keputusan investasi yang diambil. Daftar HSC dari BEI seharusnya dipandang sebagai alat bantu untuk mengenali karakteristik saham, bukan sebagai label bahwa suatu emiten berkualitas buruk. (*)
Komentar
Mari berkomentar secara cerdas, dewasa, dan menjelaskan. #JernihBerkomentar
  • BEI Tambah 37 Emiten ke Daftar HSC, Total Jadi 51 Saham, Apa Artinya bagi Investor?

Iklan