Suluah.id - Banyak trader pemula sibuk mengejar saham yang sudah naik tinggi. Padahal, investor berpengalaman justru mencari saham yang masih sepi tapi punya potensi besar.
Ibaratnya seperti membeli tiket konser sebelum artisnya viral — murah di awal, mahal di belakang.
1. Pilih Perusahaan yang Masih “Sehat”
Tidak perlu rumus rumit. Cukup cek tiga hal:- Solvency → Utang perusahaan masih aman.
- Efektivitas Manajemen → Perusahaan mampu bertahan dan berkembang.
- PBV Rendah → Harga saham belum mencerminkan nilai aset sebenarnya.
Untuk saham turnaround (perusahaan yang sedang bangkit), PER tidak wajib dilihat karena laba biasanya belum optimal.
2. Ikuti Cerita Besar Ekonomi
Saham bergerak mengikuti momentum ekonomi.Contoh sederhana:
- Ekonomi bagus → Bank biasanya naik.
- Ekonomi sulit → Komoditas sering bersinar.
- Jalur pelayaran terganggu → Saham kapal/logistik diuntungkan.
- Aktivitas impor meningkat → Transportasi & distribusi ikut naik.
Investor sukses bukan menebak harga, tapi membaca siapa yang diuntungkan situasi.
3. Cari Saham yang Sepi Transaksi
Ini trik penting.Saham potensial sering terlihat:
- Grafiknya datar lama,
- Volume kecil,
- Terlihat membosankan.
Kenapa? Karena trader cepat sudah keluar. Yang tersisa hanya investor sabar. Banyak saham besar memulai kenaikan justru dari fase “sunyi” ini.
4. Siap Mental Hadapi Fluktuasi
Setelah membeli, jangan panik. Pergerakan ±15% itu normal di pasar saham. Fokus pada cerita besar dan fundamentalnya.Seperti kata investor legendaris, pasar dalam jangka pendek dipenuhi emosi, tapi dalam jangka panjang dihargai oleh nilai sebenarnya.
Terus belajar, tingkatkan literasi finansial, dan pelajari strategi investasi lainnya agar keputusan trading Anda semakin matang dan percaya diri. (*)

