Iklan

Bioetanol Lampung, Energi Masa Depan atau Sekadar Rencana Ambisius?

20 April 2026, 14:02 WIB


Suluah.id - Indonesia kembali membuka lembar baru dalam perjalanan transisi energi. Kali ini, kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dan Toyota Tsusho Corporation menjadi sorotan. Keduanya tengah menjajaki investasi pembangunan pabrik bioetanol di Lampung dengan nilai fantastis: US$200–300 juta.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyebut pembahasan proyek ini masih berada di meja diskusi. Artinya, belum ada kontrak yang diteken. Namun arah kebijakan pemerintah terlihat jelas—Indonesia ingin serius mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Jika kesepakatan tercapai, pembangunan pabrik direncanakan dimulai pada paruh kedua 2026. Targetnya tidak main-main: kapasitas produksi mencapai 60.000 kiloliter bioetanol per tahun, dengan operasional penuh pada 2028.

Menariknya, proyek ini tidak hanya berbicara soal energi, tetapi juga pertanian. Sekitar 6.000 hektare lahan sorgum akan dikembangkan sebagai sumber bahan baku bioetanol. Sorgum dipilih bukan tanpa alasan—tanaman ini dikenal tahan terhadap perubahan iklim, membutuhkan air lebih sedikit, dan cocok dengan kondisi lahan Indonesia.

Di sinilah letak nilai strategisnya. Bioetanol bukan sekadar bahan bakar alternatif, melainkan peluang ekonomi baru di daerah. Petani mendapat pasar, industri tumbuh, dan ketahanan energi perlahan diperkuat.

Pemerintah sendiri telah memberi sinyal kuat melalui rencana kebijakan pencampuran bioetanol 10 persen dalam bensin mulai 2028. Jika regulasi ini berjalan, kebutuhan bioetanol domestik dipastikan melonjak tajam.

Namun pertanyaan besarnya tetap ada: apakah proyek ini akan menjadi tonggak energi hijau nasional, atau kembali menjadi rencana ambisius yang tertunda?

Transisi energi memang tidak instan. Ia membutuhkan investasi besar, kepastian regulasi, dan keberanian industri mengambil risiko. Tetapi satu hal pasti—arah masa depan energi Indonesia kini mulai bergerak dari sumur minyak menuju ladang pertanian. Dan Lampung berpeluang menjadi titik awal perubahan itu.(*)
Komentar
Mari berkomentar secara cerdas, dewasa, dan menjelaskan. #JernihBerkomentar
  • Bioetanol Lampung, Energi Masa Depan atau Sekadar Rencana Ambisius?

Iklan