Iklan

Jejak Perjuangan Soekarno di Ranah Minang

10 Maret 2024, 12:09 WIB



suluah.id - Februari 1942 menjadi tonggak bersejarah bagi Indonesia. Saat itu, tentara Jepang dengan laju tak terbendung memasuki Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan setelah menguasai Singapura dan Semenanjung Malaya. 

Ancaman menjajah pun menghantui Hindia Belanda (Indonesia). Dalam situasi chaos tersebut, para pejuang republik segera membebaskan Ir. Soekarno dari tahanan di Bengkulu dan membawanya ke Padang melalui Muko-muko dan Pesisir Selatan.

Langkah ini diambil untuk mencegah Soekarno dijemput Belanda sebagai 'modal nego' dengan Jepang.

Enam tahun kemudian, tepatnya Juni 1948, Presiden Soekarno kembali menginjak bumi Minangkabau (Sumatera Tengah) untuk memberi semangat menghadapi Agresi Belanda kedua. 

Kunjungan ini diabadikan dalam sebuah foto yang menampilkan Soekarno dengan penampilan necis dan resmi sebagaimana layaknya seorang presiden.

Selama kunjungan tersebut, Soekarno juga melawat ke Bukittinggi dan menemui salah seorang ulama terkemuka, Syekh Ibrahim Musa alias Inyiak Parabek (1882-1963). 

Konon, dalam pertemuan itu, Inyiak Parabek memberikan kopiah beludru kepada Soekarno dan menasihatinya terkait perempuan, melihat tanda-tanda pada diri Soekarno yang cenderung 'rembang mato' melihat perempuan cantik.

Sebelumnya, pada 1947, saat Belanda melancarkan Agresi Militer I, para ulama Minangkabau menyerukan perang sabil melawan Belanda. Salah satu dari sepuluh ulama yang menandatangani seruan jihad tersebut adalah Inyiak Parabek sendiri. 

Namun, kisah menggelikan terjadi pada Maret 1958. Inyiak Parabek justru memimpin doa selamat ketika Ahmad Husein dan rekan-rekannya memproklamirkan berdirinya PRRI di Padang, sebuah pemberontakan terhadap pemerintahan Soekarno.

Kisah ini menunjukkan dinamika perjuangan Soekarno di Ranah Minang, dari disambut sebagai pahlawan hingga berhadapan dengan pemberontakan. Namun, semua itu merupakan bagian dari perjalanan sejarah yang kompleks dan sarat dengan ironi dalam meraih kemerdekaan Indonesia. (budi) 
Komentar
Mari berkomentar secara cerdas, dewasa, dan menjelaskan. #JernihBerkomentar
  • Jejak Perjuangan Soekarno di Ranah Minang

Iklan