Suluah.id - Pasar saham Indonesia kembali diramaikan aksi korporasi besar. Adaro Andalan Indonesia (AADI) resmi melepas seluruh kepemilikan 47,99% saham di Kestrel Coal Group Australia melalui anak usaha Adaro Capital Limited kepada Yancoal Australia. Nilai transaksi ini berpotensi mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp19 triliun.
Kenapa langkah ini penting bagi investor?
Bayangkan Anda menjual properti kecil yang hanya memberi sewa 2% dari total penghasilan, tetapi dibayar puluhan kali lipat dari nilai sewanya. Inilah yang dilakukan AADI.
Fakta Utama Transaksi
Upfront cash: ±US$888 juta
Tambahan potensi pembayaran: hingga US$264 juta (bergantung harga batu bara kokas >US$225/ton)
Target transaksi selesai: 3Q 2026
Kontribusi laba Kestrel ke AADI 2025: hanya 2% laba bersih
Tambahan potensi pembayaran: hingga US$264 juta (bergantung harga batu bara kokas >US$225/ton)
Target transaksi selesai: 3Q 2026
Kontribusi laba Kestrel ke AADI 2025: hanya 2% laba bersih
Kenapa Dinilai Positif?
- Valuasi sangat mahal — setara 51x P/E, jauh di atas valuasi AADI saat ini sekitar 7x.
- Risiko laba hilang kecil, karena kontribusinya minim.
- Peluang dividen spesial besar — estimasi hingga Rp1.938 per saham (yield ±18%).
Pelajaran untuk Investor
- Tidak semua penjualan aset itu negatif.
- Fokus pada nilai transaksi vs kontribusi laba.
- Perhatikan potensi dividen dan efisiensi modal.
Ke depan, AADI berpeluang menjadi saham dividen menarik di sektor energi.
(*)

